Tahun 2013 tiga pabrik gula rafinasi akan didirikan di Indonesia

TIGA PABRIK GULA RAFINASI AKAN DIDIRIKAN

Kalangan petani tebu gelisah dengan rencana dibangunnya 3 pabrik gula rafinasi baru di Indonesia. Karena ini bisa meningkatkan impor gula. “Yang membuat kami terkejut dan khawatir serta gelisah, tahun ini akan berdiri 3 pabrik gula rafinasi,” kata Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil ketika ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Rabu (30/1).

Kata Arum, 3 pabrik tersebut di antaranya adalah PT Berkah Manis Makmur yang berdiri di Banten, PT Andalan Purindo di DKI Jakarta, dan PT Medan Sugar Industri di Medan, Sumatera Utara. “Ketiga izin pabrik gula rafinasi tersebut diberikan sebelum tahun 2004 oleh BKPM,” ucapnya. Jika ini dibiarkan kata Arum, Indonesia akan sangat tergantung pada gula impor.

“Ini akan membuat kita akan terantung pada gula impor, jangan sampai petani kita panen bukan di perkebunan tetapi panennya di pelabuhan,” jelas Arum. Memang bahan baku utama dari gula rafinasi ini adalah gula mentah (raw sugar) yang biasanya diimpor dari luar negeri, karena pasokan raw sugar di dalam negeri minim. Gula rafinasi merupakan salah satu jenis gula sukrosa yang diproduksi melalui tahapan awal gula kristal mentah (raw sugar), meliputi proses pelarutan kembali (remelting), klarifikasi, dekolorisasi, kristalisasi, fugalisasi, pengeringan, dan pengemasan.

Rafinasi diambil dari kata refinery yang bermakna menyuling, menyaring, membersihkan. Karena melalui tahapan proses ketat, tak aneh bila gula rafinasi memiliki tingkat kemurnian tinggi. Arum mengungkapkan, negara berpotensi rugi hingga Rp 1,7 triliun akibat didirikannya 3 pabrik gula rafinasi. Potensi kerugian negara ini, kata Arum Sabil, karena ditemukannya indikasi-indikasi izin impor terhadap gula rafinasi seperti pabrik gula Industri Gula Nasional (IGN).

“Indikasi adanya izin-izin impor gua rafinasi seperti IGN dan pabrik sejenisnya (pabrik gula rafinasi), ini adanya indikasi keringanan bea masuk gula impor, kalau terus dibiarkan tidak hanya petani yang dirugikan, tetapi negara juga rugi. APTRI akan melaporkan hal ini ke KPK untuk mengusut indikasi ini,” ungkap Arum.

Dengan berdirinya pabrik-pabrik rafinasi ini membuat terganggunya suplai gula petani dan menjatuhkan harga gula petani. “Ini terbukti makin banyaknya pabrik gula yang tutup, ini bisa dilihat dari stok gula petani tahun ini masih ada 1 juta ton, akibat banyaknya pabrik gula rafinasi berdiri, apalagi tahun ini ada 3 pabrik gula rafinasi yang berdiri,” tandasnya.

Leave a Reply

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2013.