Sensus pertanian petakan ekonomi indonesia, suryamin, kepada bps,

SENSUS PERTANIAN, PEMETAAN EKONOMI INDONESIA

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyatakan, sensus pertanian yang akan digelar lembaga tersebut pada Mei 2013 merupakan salah satu upaya untuk memetakan ekonomi Indonesia di sektor pertanian.

“Melalui sensus ini kita akan memetakan seluruh potensi pertanian dan produksi komoditas pertanian, perkebunan, perikanan dan hortikultura yang ada di seluruh Tanah Air,” katanya di Banda Aceh, Rabu.

Dijelaskannya, sektor pertanian merupakan salah satu potensi ekonomi cukup besar yang ada di Indonesia dan mampu menampung tenaga kerja yang cukup besar serta sektor tersebut mampu bertahan di tengah krisis ekonomi.

Ia mengatakan sensus pertanian ini akan memetakan jumlah lahan, produksi yang dihasilkan rumah tangga, industri dan berbagai komoditas pertanian, perikanan, perkebunan dan hortikultura yang ada di 33 provinsi.

“Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki banyak potensi di sektor pertanian dan memiliki bahan baku yang cukup,” katanya.

Ia mengatakaN melalui potret pertanian itulah nantinya pemerintah dapat bergerak untuk memajukan berbagai sektor ekonomi yang memiliki peluang cukup besar sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat.

“Ini merupakan potret sektor pertanian dan ini juga perlu dikembangkan ke arah yang lebih baik seperti sektor lainnya,” katanya.

Pihaknya berharap pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang ada di seluruh Tanah Air dapat membantu menyukseskan penyelenggaraan sensus pertanian tersebut.

“Kami berharap seluruh pimpinan daerah dan semua pihak untuk membantu kelancaran sensus pertanian yang akan digelar serentak secara nasional,” demikian Suryamin. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.