Gula Rafinasi dipromosikan pemerintah

PROMOSI PEMERINTAH UNTUK GULA RAFINASI

Aksi para pemasok pada industri gula rafinasi dalam negeri membantu industri makanan dan minuman (mamin) skala kecil dan menengah (IKM) berhasil menggugah pemerintah. Hal ini terstimulasi dari timbulnya kesepakatan sejumlah koperasi di Jawa dan Sulawesi untuk melakukan kerjasama pasok, pemerintah memutuskan untuk mensosialisasikan penggunaan gula rafinasi kepada seluruh IKM Makanan dan Minuman di Indonesia.

Aksi terobosan Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) untuk aktif membantu kesinambungan pasok gula rafinasi industri mamin skala kecil dan menengah mulai membuahkan hasil. Setidaknya, gerakan ini mampu menggugah pemerintah cq. Kementerian Perindustrian untuk mensosialisasikan penggunaan gula rafinasi bagi IKM mamin.

“Kami akan sosialisasikan penggunaan gula rafinasi kepada para pelaku IKM sektor mamin yang tersebar di seluruh Indonesia. Program ini bahkan akan terus dipertajam,” ujar Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM), Kemenperin, Euis Saedah.

Terlibatnya pemerintah dalam program sosialisasi jelas sangat membantu IKM mamin. Pasalnya, selama ini industri mamin selalu terkendala soal kualitas produk serta pasok bahan baku yang seret. Jika kontinyuitas pasok gula rafinasi bisa diatasi dan dengan harga yang relatif murah, maka kontribusi IKM mamin terhadap ekonomi sangat berarti.

Maklum, berdasarkan data Kemenperin, jumlah IKM di sektor mamin saat ini mencapai 1,5 juta unit — dari total jumlah IKM nasional 3,8 juta unit. Selain itu, angka pertumbuhannya juga cukup besar. “Pertumbuhan IKM pangan kita rata-rata 16% per tahun, di atas rata-rata IKM secara umum yang sekitar 10%,” ujar Euis.

Ketua Umum AGRI, Suryo Alam mengaku senang dan mendukung penuh langkah pemerintah dalam mensosialisasikan penggunaan gula rafinasi kepada IKM di negeri ini. AGRI juga menjamin pasokan gula rafinasi kepada IKM tetap dilakukan. “Kami berkomitmen menjamin pasokan untuk IKM. Tidak ada batasan kuota. Tergantung berapa yang dibutuhkan. Nanti mekanismenya B to B. Kalau ada kendala, AGRI akan turun tangan dan memfasilitasi,” tegas Suryo.

Dengan sinergi ini, Suryo yakin koperasi-koperasi IKM akan terpacu meningkatkan kualitas produknya, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Pasalnya, tak ada lagi kendala sulitnya akses gula rafinasi bagi IKM.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.