Gula Rafinasi, gula pasir, dan gula kristal putih,

PETANI MINTA PEMERINTAH BATASI GULA RAFINASI

Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kabupaten Madiun meminta pemerintah membatasi peredaran gula rafinasi di pasaran agar tidak merugikan petani. “Kami mohon agar gula rafinasi dibatasi dan jangan sampai berlebihan di pasaran. Jika berlebihan, kami bisa rugi,” ujar Pengurus APTR Pabrik Gula (PG) Pagotan, Mujiono, saat berdialog dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, kemarin. Mujiono mengatakan selama dua tahun terakhir petani tebu di wilayah Madiun dan sekitarnya bisa meraup keuntungan yang lumayan akibat tingginya rendemen tebu yang diraih. “Harga gula di pasaran juga tergolong bagus, sehingga kami mendapatkan keuntungan. Hal ini berbeda dengan beberapa tahun lalu,” kata Mujiono yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukorejo. Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada kesempatan itu mengatakan tahun ini rendemen gula di Jatim mencapai 7,6 persen. Pihaknya yakin target produksi gula di Jatim sebanyak 1,2 juta ton bisa tercapai.

“Tahun ini petani tebu bisa tersenyum. Harga gula tergolong baik sehingga petani tebu untung,” tutur Soekarwo saat mendampingi kunjungan Presiden di Madiun. Menanggapi hal tersebut, Presiden menyatakan, bahwa tebu merupakan satu dari lima komoditas strategis yang harus terus ditambah di Tanah Air. Yang lain adalah beras, jagung, kedelai, tebu, dan daging sapi. “Produksi tebu di Tanah Air sudah cukup baik, namun masih perlu ditambah. Di sini ada Menteri BUMN dan Menteri Perindustrian, kedua menteri ini yang akan bekerja untuk merevitalisasi pabrik gula agar efisiensi dan keuntungan dapat diraih,” ujar Presiden. Hal ini juga masih didukung dengan bantuan dana lunak bagi petani tebu dari koperasi dan juga pengembangan teknologi pertanian untuk mendapatkan tebu yang baik. “Bantuan-bantuan dari pemerintah ini diharapkan dapat terus berlanjut. Para kepala daerah diharapkan bisa menambahnya melalui APBD masing-masing,” kata Presiden. Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono berkunjung ke Kabupaten Madiun dan Magetan pada 11-12 Desember 2012. Di Kabupaten Madiun, Presiden dijadwalkan panen raya dan dialog dengan petani di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebonsari. Selanjutnya rombongan menuju Magetan. Di Magetan, Presiden meninjau sentra kerajinan kulit di Jalan Sawo Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, dan terakhir mengunjungi sentra lokasi penggemukan sapi di Desa Janggan, Kecamatan Poncol. Posted by Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.