Impor gula rafinasi, gula putih rafinasi, produksi dan harga gula rafinasi

Pengusaha Minuman Minta Bea Masuk Gula Rafinasi Turun

Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) meminta pemerintah menurunkan bea masuk bahan baku gula rafinasi impor. Pengenaan bea masuk dinilai memberatkan produsen karena menambah beban produksi. Terlebih, kondisinya saat ini industri mengalami kenaikan biaya produksi dari bahan baku lain seperti plastik kemasan sampai 10% sejak awal 2011.

Suroso Natakusuma, Ketua Umum Asosiasi Minuman Ringan, menyebutkan,  bea masuk gula rafinasi sebesar Rp 760 per kilogram (kg) masih sangat tinggi. Adapun bea masuk gula Kristal mentah (raw sugar) tercatat sebesar Rp 550 per kilogram. “Idealnya, bea masuk gula rafinasi sebesar Rp 250 per kilogram (kg) agar tidak terlalu memberatkan produsen,” ujar Suroso kepada IFT, kemarin.

Gula rafinasi, merupakan komponen bahan baku terpenting bagi sebagian besar produsen minuman ringan di Indonesia. Komposisinya, sebesar 30% sampai 40% dari total biaya produksi. Bahkan, pada minuman dengan tingkat rasa manis yang tinggi seperti sirup, dan permen, penggunaan bahan baku gula bisa mencapai lebih dari 60%.

Meski demikian, Asrim belum berencana menaikkan harga jual minuman ringan tahun ini. Mereka khawatir kenaikan harga berdampak pada penurunan penjualan di tahun ini. Tahun ini, produsen menargetkan penjualan tahun ini mencapai Rp 275 triliun, naik dari 2009 yang tercatat sebesar Rp 250 triliun.

Menurut Suroso, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia yang tinggi seiring pertumbuhan penduduk berkontribusi terhadap pendapatan industri minuman ringan. “Konsumsi AMDK tahun ini menyumbang pendapatan terbesar industri minuman ringan,” tutur dia. Produsen berupaya mengatasi kenaikan biaya produksi dan menekan marjin pendapatan maupun keuntungan.

Asrim juga meminta kebijakan pemerintah di sektor energi berpihak pada industri. Mulai dari ketersediaan yang memadai untuk pasokan listrik dan gas. Di industri makanan dan minuman sendiri, penggunaan gas mencapai 7% dari komponen produksi. Suroso meminta adanya kebijakan pemerintah yang sejalan antar pemerintah pusat dan daerah sehingga pengusaha tidak terlalu sulit menjalankan bisnisnya di daerah. Misalnya, perihal kebijakan perizinan dan perpajakan. Dalam kedua masalah itu, kebijakan yang berlaku tidak boleh tumpang tindih penerapannya.

Kembali ke HOME →

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.