perhitungan neraca gula indonesia seharusnya dihitung oleh lembaga independen

PENGHITUNGAN NERACA GULA INDONESIA, SEHARUSNYA INDEPENDEN

Perhitungan neraca gula pada 2012 perlu dihitung serius dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia meminta agar perhitungan ini dapat dilakukan oleh surveyor independen.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur,  dengan perhitungan serius maka diharapkan hitungan neraca gula bisa diperoleh dengan akurat.

“Kedepan kita ingin ada hitungan neraca gula yang akurat, selama ini neraca gula dihitung berdasarkan laporan produsen, perhitungan konvensional, perhitungan tidak dinamis,” ujarnya, Kamis (6/9/2012).

Bahkan, lanjutnya, perhitungan  gula yang sarat dengan kepentingan sektoral, apalagi saat ini pengantian musim yang berubah-ubah.

Oleh karenan itu, dia menambahkan penghitungan neraca gula dapat dilakukan oleh surveyor independen.

Natsir menjelaskan permasalahan gula nasional saat ini semakin ruwet karena diakibatkan tidak seimbangnya produksi dan konsumsi, sehingga berdampak kepada perdagangan dan distribusi gula.

Target produksi gula nasional tercatat sekitar 2,7 juta ton, tapi produksi hanya 2,1 juta ton atau hanya dapat dapat dinikmati oleh 175 juta penduduk Indonesia dengan perhitungan konsumsi gula 12 kg per. kapita per tahun.

Natsir mempertanyakan penduduk Indonesia yang sebanyak 240 juta orang mulai dari Sabang sampai Merauke, berarti ada 65 juta penduduk Indonesia yang tidak mendapat distribusi gula,” papar Natsir.

Menurutnya, produksi gula oleh produsen gula yang sebesar 2,1 juta hanya mampu dikonsumsi penduduk di Jawa saja, sementara daerah luar Jawa sulit mendapat distribusi gula.

Karut marut pergulaan nasional dewasa ini perlu serius dibenahi dengan kondisi produksi sedikit tapi permintaan yang banyak, sehingga perlu mendapat perhatian.

Natsir menyebutkan, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembenahan gula nasional antara lain pertama, karena produksi gula kristal putih (GKP) kurang maka perlu diatur perdagangan dan distribusinya,

“Daerah yang sulit mendapat distribusi gula komsumsi diberikan kesempatan untuk mengimpor. Kedua, kebutuhan¬† gula kristal rafinasi agar dihitung ulang terkait industri makanan dan minuman yang mengunakan,” tuturnya.

About the Author

HanBrainstormer, Mastermind of Innovative Concepts, Cool, Calm, Confident.View all posts by Han →

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.