KUOTA IMPOR GULA DITAMBAH LAGI (+=PLUS) 224.000 TON

Pemerintah menerbitkan izin impor tambahan gula mentah sebanyak 224.200 ton kepada tujuh produsen gula supaya bisa digunakan untuk meningkatkan produksi gula kristal putih dengan memanfaatkan kapasitas menganggur pabrik selama musim giling tahun 2011.

“Ini 60% dari rekomendasi Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh melalui pesan pendek di Jakarta, Selasa (31/5).

Menurut dia, dalam hal ini izin impor bagi produsen antara lain diberikan pada PT Industri Gula Nusantara  sebanyak 100.000 ton), PT Perkebunan Nusantara IX sebanyak 12.600 ton, dan PT Perkebunan Nusantara X sebanyak 30.000 ton.

Selain itu, lanjut dia, izin juga diberikan kepada PT Perkebunan Nusantara XI sebanyak 22.800 ton, PT Kebon Agung sebanyak 7.000 ton, PT Lajuperdana Indah sebanyak 24.000 ton, dan PT PG Gorontalo sebanyak 27.800 ton.

Meski izin impor gula mentah yang diberikan lebih rendah dari rekomendasi namun hal itu tampaknya tidak akan berpengaruh terhadap produksi gula putih dalam negeri karena sebagian besar pengelola pabrik gula optimistis produksi dan rendemen–kandungan gula– tebu pada musim giling tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Sekarang, awal musim giling rendemen sudah lebih dari tujuh persen, masih bisa naik sampai 7,8% sampai akhir musim giling. Jadi dengan pasokan tebu sekitar enam juta ton saja kami yakin bisa menghasilkan 500.000 ton,” kata Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X Djoko Santoso.

Beberapa pabrik gula milik negara seperti PTPN X dan PTPN XI juga meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksinya untuk menghasilkan lebih banyak gula kristal putih selama 2011.

Sebelumnya pemerintah sudah memberikan persetujuan impor gula mentah sebanyak 2.271.819 ton kepada delapan produsen gula rafinasi untuk realisasi selama tahun 2011.

Kedelapan perusahaan penghasil gula rafinasi tersebut yakni PT Jawa Manis, PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ), PT Permata Dunia, PT Darmala Usaha Sukses, PT Angel Produk, PT Makasar Te’ne, PT Duta Sugar, dan PT Sugar Labinta.

Perusahaan-perusahaan itu menghasilkan gula rafinasi untuk keperluan industri makanan dan minuman.

Sementara itu, pada 2010 pemerintah mengalokasikan impor gula mentah sebanyak 2.320.500 ton kepada delapan perusahaan yang terdaftar sebagai Importir Produsen (IP) gula mentah tersebut dan akhirnya memberikan persetujuan impor gula mentah 2.378.627 ton.

Dari jumlah yang disetujui, realisasinya hanya sebanyak 2.277.263 ton atau 95,7%. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.