impor gula telah ditentukan oleh pemerintah kepastian quotanya

IMPOR GULA KRISTAL PUTIH

Kementerian Perdagangan akan menghitung terlebih dahulu neraca gula secara nasional sebelum memberi izin impor gula kristal putih kepada daerah-daerah di perbatasan pada tahun depan.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan pihaknya tetap membuka kemungkinan pemberian izin impor GKP jika jumlah produksi dalam negeri belum cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah tapal batas.

“Biasanya kita akan lihat dulu neraca, di mana-mana, kebutuhan berapa, dan lain sebagainya. Kalau produksi dalam negeri cukup, kita dorong untuk diisi dari dalam negeri,” katanya di Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Pihaknya juga mempertimbangkan sejauh mana produksi dalam negeri mampu menjangkau wilayah perbatasan mengingat selama ini distribusi gula dari Jawa terkendala minimnya infrastruktur di tapal batas.

Oleh karena itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyampaikan usul kepada pemerintah agar memberi izin impor GKP sebanyak 80.000 ton kepada sejumlah provinsi yang berbatasan dengan negara lain, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau. Selain itu, sebagian wilayah Sumatera Utara juga memerlukan impor langsung.

“Jangan sampai di atas kertas cukup, tapi nggak sampai ke sana. Itu yang kita khawatirkan,” ujar Deddy.

Sebelumnya, pemerintah memberikan izin impor GKP kepada Kalimantan Barat sebanyak 17.500 ton yang dialokasikan kepada lima kabupaten di provinsi itu yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia.

Kelima kabupaten itu meliputi Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu. Namun, Kadin Kalbar melaporkan GKP impor itu merembes ke Pontianak.

Deddy mengakui pihaknya kesulitan mengawasi peredaran barang di perbatasan. Namun, dia menyampaikan, ”Sebetulnya, kalau ada buktinya, buktikan. Nanti kita tegur importirnya.”

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.