Investor tunda investasinya untuk pabrik gula

60 Investor Pabrik Gula, Tunda Investasi

Masalah lahan masih menghantui investor untuk membangun pabrik gula baru di Indonesia. Padahal, lebih dari 60 investor dari dalam dan luar negeri sudah berebut antrian.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Benny Wahyudi mengatakan permasalahan lahan memang sudah merupakan masalah lama yang belum terpecahkan. Beberapa lahan yang dijajaki oleh Kemenperin di daerah Merauke misalnya, hingga kini belum juga mendapat hak guna usaha (HGU).

“Padahal bisnis gula punya prospek yang bagus, marjinnya tidak kalah dengan produk sawit. Intinya kalau lahan cocok, orang pasti mau,” katanya hari ini (10/1).

Minimnya investasi riil dalam pendirian pabrik gula baru ini lantas membuat Kemenperin pesimistis target produksi gula nasional sebesar 3,1 juta ton pada 2014 bisa tercapai. Padahal target itu sudah terbilang rendah dibandingkan dengan target yang dipatok sebelumnya.

Kementerian Pertanian pada September 2012 lalu telah merevisi target swasembada gula pada 2014 dari 5,7 juta ton menjadi 3,1 juta ton. Adapun proyeksi gula pada 2012 diperkirakan dapat mencapai 2,6 juta ton dan pada 2013 mencapai 2,8 juta ton.

“[Target] itu masih berat juga. Mencari lahan memang tidak mudah. Kita juga ingin kebutuhan lahan terpenuhi,” kata Benny.

Kemenperin memperkirakan konsumsi gula tahun ini bisa mencapai 5,1 juta ton hingga 5,2 juta ton. Kebutuhan itu terdiri dari kebutuhan sebesar 2,6 juta ton untuk konsumsi masyarakat dan 2,5 juta ton untuk keperluan industri. Update Oleh: Pusat Data dan Informasi Pabrik Gula Mini.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Pabrik Gula Mini.com adalah pusat data dan informasi untuk seluruh praktisi sektor pergulaan di Indonesia. Data dan Informasi yang kami sajikan dalam website kami adalah analisa essensial berbasis faktual mulai tahun 2005 hingga 2015.